Pencari khusyuk

Suatu waktu ada seorang pemuda yang melaksanakan sholat maghrib di surau desa, tak biasanya dia ikut jama’ah di surau tersebut.
Sesaat setelah takbir permulaan sholat, ia mulai tenggelam dalam khusyuk, alunan suara imam membaca Alfatihah terdengar begitu indah seolah-olah ia baru pertama kali mendengarnya. Ia merasakan ketenangan yang manis, ia merasa damai.
Setiap gerakan sholat ia rasa makin mendekatkan hatinya pada ilahi rabbi..
Setiap lafaz-lafaz dalam gerakan shalatnya semakin menundukkan jiwanya pasrah pada keilahian tuhan semesta alam, ia menitikkan air mata pada ketenangan yang membius.
Setelah shalat berakhir, dia merasa seperti manusia baru, hati dan jiwanya benar-benar tenang.
 “baru kali ini aku shalat sekhusyuk ini” ucapnya dalam hati dan bertekad untuk selalu merasakan ketenangan yang mendamaikan itu.
“sebentar isya aku harus shalat disini lagi” mantapnya dalam hati.
Singkat cerita azan isya berkumandang, pemuda tersebut benar-benar mendatangi surau tadi meski mesjid raya lebih dekat dengan kediamannya.
Sesampai di surau, ia shalat sunnah dua rakaat sembari menunggu sang imam shalat.
Dalam shalat sunnahnya ia terus memikirkan tentang indahnya khusyuk tadi waktu shalat maghrib.
Ketika usai dan imam datang, iqomah disahutkan, lalu tak lama sang imam takbir memulai shalat isya, pemuda itu segera memakmumkan diri dibarisan seperti ketika ia shalat maghrib tadi, sepanjang shalat ia terus-terus mengingat bagaimana ia kemudian khusyuk di waktu maghrib, ia mencari-cari ketenangan manis yang dirasakan waktu maghrib tadi.
Dan shalat isya itu tiba-tiba sudah selesai begitu saja. Rasanya… tanpa dia merasakan perasaan seperti ketika maghrib tadi, ia bertanya-tanya sembari berusaha mengkhusyukkan hatinya, lisannya mengkomat kamit dzikir, masih tetap dalam tanya.
pemuda itu tak tau ketika shalat untuk khusyuk justru saat itu ia tak akan khusyuk.~

@may_unitha
@pejuang30dwc #30dwcjilid18 #squad4day2

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaaffah Or Never

Memantapkan Ibadah Dengan Ilmu