Peran Ayah, Ibu dan keluarga dalam pertumbuhan seorang anak.

Pernah dengar kalimat ini?

“Wanita adalah madrasah pertama seorang anak, maka dari itu wanita haruslah memiliki ilmunya”

Bagaimana pendapat pembaca yang budiman perihal kalimat itu?
Saya pribadi tidak sepenuhnya setuju dengan kalimat tersebut, saya setuju wanita harus memiliki ilmu, karena menuntut ilmu memanglah kewajiban entah dia wanita atau pria, tua dan muda, sebagaimana sabda rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “ menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan."

Selagi seorang itu berakal sehat maka tak ada batasan usia untuk menuntut ilmu, tak ada batasan waktu untuk terus belajar.
Tapi pada bagian wanita adalah madrasah pertama, saya benar-benar tidak bisa sepakat, mau bagaimanapun saya memikirkannya. Meski pada waktu awal-awal saya membaca kalimat itu saya juga menjadi pengguna sosial media yang menjadikannya status di Facebook, tak bisa dipungkiri itu adalah kalimat keren yang mengundang untuk dijadikan status oleh seorang wanita penuntut ilmu seperti saya dan juga wanita-wanita lainnya.
Tapi coba pikirkan baik-baik, tidakkah kalian merasa bahwa kalimat itu sedikit keliru dan terkesan berat sebelah?

Harusnya kalimat yang tepat adalah, “Keluarga adalah madrasah pertama pendidikan seorang anak.” Kenapa? karena kalimat “wanita adalah madrasah pertama pendidikan seorang anak” itu membuat persepsi seolah-olah wanita adalah penanggung jawab utama pertama kali pendidikan seorang anak, dan juga membuat seolah-olah wanita lah yang harusnya lebih wajib memiliki ilmu mendidik ketimbang laki-laki untuk menunjang tumbuh kembang kecerdasan pendidikan seorang anak.

Padahal jelas anak itu milik bersama sejak sebelum ia dilahirkan, jadi tak boleh ada kata si pihak ini atau itulah yang memiliki tanggung jawab lebih dari yang satunya dalam medidik seorang anak.

Mendidik anak adalah tanggung jawab bersama dari sejak awalnya sampai akhirnya, tak ada yang disebut lebih utama, keduanya wajib utama secara bersamaan dengan kadar dan caranya masing-masing. Seperti halnya dalam sebuah institusi pendidikan, bingkai keluarga adalah madrasahnya, ayah dan ibunya adalah guru utamanya dengan mata pelajaran yang berbeda sesuai penguasaan dibidangnya.

Sanak keluarga yang lain juga adalah guru, meski ibarat hanya guru yang datang sesekali tapi mereka tetaplah bagian dari madrasah keluarga yang sedang dibina, maka dengan mereka pun orang tua perlu kerja sama menyepakati beberapa hal, menetapkan aturan untuk kelancaran kualitas pendidikan yang diinginkan.

Wallahu a'lam.
#30dwc #30dwcjilid18 #30dwcjilid18day4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaaffah Or Never

Memantapkan Ibadah Dengan Ilmu

Pencari khusyuk