Berfikir Untuk Berdzikir
“berjalanlan di bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan(makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir.”
“sungguh Allah mahakuasa atas segala sesuatu”
sebagai kalimat penutup yang membungkam argumen protes akan keajaiban yang mustahil bagi jangkauan kita.
“berjalanlah di bumi” kata Allah, terlalu banyak ayat ayat keagungan Allah yang luput dari panca indra kita, padahal tanda tanda yang bertebaran itu Allah jadikan mudah bagi kita untuk mencerna, mengamati dan berfikir tentang hal tersebut.
Mulailah kita melihat betapa proses alam yang terjadi tak terjadi begitu saja, ada kekuatan maha agung yang mengaturnya.
Mulailah kita perhatikan betapa langit luas yang kita lihat, betapa bumi yang terhampar, betapa gunung gunung yang tinggi besar menjulang memiliki hak cipta dari pencipta yang jauh lebih keren dari banyaknya hal keren yang kita lihat didunia ini.
Allah ingin kita lihat, bukan untuk pamer tapi agar kita bisa belajar lebih banyak lagi darinya.
Allah ingin kita perhatikan kuasanya, agar kita kembali ingat siapa kita dan apa tujuan kita.
Allah ingin kita berfikir dari melihat yang dia ciptakan selain kita seperti tanaman yang kemudian layu agar kita sadar kembali tentang kampung akhirat yang pasti menjadi tempat kembali kita.
Jika Allah berkehendak mudah saja bagi Allah untuk memperlihatkan mukjizat yang membelalakkan mata agar kita bisa sadar, tapi Allah dalam berbagai kutipan dalam kalam mulia berfirman :
“tidakkah kamu berfikir?”
Sangat banyak ayat ayat serupa dalam qur’an untuk berfikir, karna Allah tau jika seorang hamba menggunakan akalnya untuk mengamati kuasaNya maka hamba itu tak perlu mukjizat untuk yakin, hamba itu tak perlu melihat langsung ke ghoiban untuk beriman.
Sejarah merekam umat umat yang diperlihatkan mukjizat secara nyata terbelalak dalam kesadaran tapi beriman hanya saat itu juga, ketika efek kagumnya perlahan pudar, yakinnya pun perlahan meninggalkan qalbunya
Sejarah juga merekam sosok sholeh yang namanya disebut sebut tiap lima waktu sholat dalam tasyahud awal dan akhir, Ibrahim khalilullah yang menemukan imannya dan mengokohkan taqwanya dengan menggunakan akal pikirannya untuk mengamati mencari tuhan sejatinya.
Syukron untuk nikmat islam dan iman dariMu ya robb.
#semoga Allah sentiasa menjaga hidayah iman kita.
Komentar
Posting Komentar