Postingan

Memantapkan Ibadah Dengan Ilmu

Gambar
     Seseorang tak bisa sekedar taat tanpa tau kenapa dia harus taat. Seseorang tak bisa sekedar ibadah tanpa tau kepada siapa dan untuk apa ibadah tersebut. Ibadah adalah tujuan penciptaan seluruh makhluk dan memiliki ilmu atas ibadah menjadikan manusia termuliakan dari jenis makhluk lainnya. Ibadah adalah kewajiban atas makhluk namun tanpa ilmu menjadikannya malas malasan suka suka gue. Ibadah adalah reflek jiwa yang membutuhkan ketundukan pada kekuatan besar keilahian, dan tanpa ilmu menjadikannya asal tunduk lalu sesat dalam kepatuhan. Seseorang yang beribadah  dan memiliki ilmunya terlebih dahulu maka ilmunya mengokohkan iman dan taqwanya. Dan ibadahnya menjadikan penambahan dan penerapan ilmunya tetap lurus. Berkata kekasih Allah Ibrahim  alaihissalam  dalam susunan firman yang diabadikan “ tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan orang mati” Firman Allah “ belum percayakah engkau?” “Aku percaya, tapi agar hatiku tenang (mantap)”...

Tidak ada wanita yang dicintai melebihi sebagaimana wanita muslimah dicintai

Gambar
Ada sebuah cerita yang menurutku sangat mendefinisikan bagaimana islam mencurahkan cinta dan penghormatan terhadap muslimah. Cerita ini sekali kubaca namun teringat dengan jelas karena begitu berkesannya cerita tersebut. Seorang akhwat bercerita, bahwa suatu hari ia berjalan santai bersama suaminya lalu ditengah jalan mereka berpapasan dengan teman suaminya yang juga sedang berjalan santai bersama istrinya, ketika semakin dekat jarak antara suaminya dengan rekannya itu semakin suaminya menarik dan mengawal istrinya agar berjalan dibelakangnya, dan begitupun istri teman suaminya, ia juga berjalan dibalik punggung suaminya. “Ketika telah saling mendekat dan bertukar sapa, masing-masing dari kami tetap tersembunyi dibalik punggung suami” begitu tuturnya. Setelah suaminya dan rekannya itu saling berpisah, ia bertanya kepada suaminya kenapa suaminya harus melakukan hal seperti itu? Lalu kata suaminya, “Begitulah caraku menjagamu” MasyaAllah, luar biasa sekali bukan? T...

Aspirasi "Berbagi Ilmu"

Bismillahirrahmanirrahiim.. InsyaAllah mulai dari sini ana akan sering-sering menuliskan perihal ilmu-ilmu terbaru yang ana dapatkan dari suatu buku atau dari mendengar materi kuliah, atau sederhana ilmu dari lisan Emak-emak militan hingga lisan Balita. semoga dengan ini menjadi salah satu sarana berbagi ilmu yang efektif. (semangat berbagi ilmu untuk mendapat ilmu huwaa💥) ana pribadi akan memposting tulisan tentang berbagai ilmu ini murni seperti copy paste ilmu saja dari sumbernya (mana berani saya mengulik kata perihal suatu keilmuan😑) paling-paling ana hanya akan mencoba menyederhanakan kalimat yang dipakai Penulis/Pembicara asli yang bisa ana pahami lalu mencoba menuliskannya dalam sebuah kalimat yang juga bisa dengan mudah dipahami oleh yang lainnya. Semacam kayak "Bank ilmu pribadi yang di publikasikan", berharap dengan dipublikasikannya akan mendapat tanggapan dan masukan yang berisi keiilmuan baru yang lainnya😊 Demikian. Salam dariku, Normayunita^^

Peran Ayah, Ibu dan keluarga dalam pertumbuhan seorang anak.

Gambar
Pernah dengar kalimat ini? “Wanita adalah madrasah pertama seorang anak, maka dari itu wanita haruslah memiliki ilmunya” Bagaimana pendapat pembaca yang budiman perihal kalimat itu? Saya pribadi tidak sepenuhnya setuju dengan kalimat tersebut, saya setuju wanita harus memiliki ilmu, karena menuntut ilmu memanglah kewajiban entah dia wanita atau pria, tua dan muda, sebagaimana sabda rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “ menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan." Selagi seorang itu berakal sehat maka tak ada batasan usia untuk menuntut ilmu, tak ada batasan waktu untuk terus belajar. Tapi pada bagian wanita adalah madrasah pertama, saya benar-benar tidak bisa sepakat, mau bagaimanapun saya memikirkannya. Meski pada waktu awal-awal saya membaca kalimat itu saya juga menjadi pengguna sosial media yang menjadikannya status di Facebook, tak bisa dipungkiri itu adalah kalimat keren yang mengundang untuk dijadikan status oleh seorang wanita penuntut ...

Pencari khusyuk

Gambar
Suatu waktu ada seorang pemuda yang melaksanakan sholat maghrib di surau desa, tak biasanya dia ikut jama’ah di surau tersebut. Sesaat setelah takbir permulaan sholat, ia mulai tenggelam dalam khusyuk, alunan suara imam membaca Alfatihah terdengar begitu indah seolah-olah ia baru pertama kali mendengarnya. Ia merasakan ketenangan yang manis, ia merasa damai. Setiap gerakan sholat ia rasa makin mendekatkan hatinya pada ilahi rabbi.. Setiap lafaz-lafaz dalam gerakan shalatnya semakin menundukkan jiwanya pasrah pada keilahian tuhan semesta alam, ia menitikkan air mata pada ketenangan yang membius. Setelah shalat berakhir, dia merasa seperti manusia baru, hati dan jiwanya benar-benar tenang.  “baru kali ini aku shalat sekhusyuk ini” ucapnya dalam hati dan bertekad untuk selalu merasakan ketenangan yang mendamaikan itu. “sebentar isya aku harus shalat disini lagi” mantapnya dalam hati. Singkat cerita azan isya berkumandang, pemuda tersebut benar-benar mendatangi surau t...

Kenapa Elu dan Gue harus nulis buku

Gambar
First of all, of course “karna menulis itu, serius asik banget.” Sejujurnya gue pribadi nggak perlu banyak alasan untuk mulai menulis bahkan kalau gue pikir-pikir pada awalnya alasan terbesar gue menulis itu Cuma satu, yaitu :   “karna khayalan; kelak nama gue Normayunita tertulis di sampul buku yang dibaca semua orang” Itu khayalan yang keren banget dari sejak gue masih SMP hingga detik lo baca tulisan gue ini. Khayalan gue itu berangkat nggak dengan tanpa alasan, gue emang cinta banget sama buku, baik isi tulisannya ataupun fisiknya doang dan selalu nyisihin duit buat beli bacaan baru tiap bulan, dan juga suatu hari tiba-tiba gue mikir dan bertekad “kelak bukan Cuma gue yang beli buku orang tapi orang juga beli buku gue” Apalagi kalo gue kebetulan beli buku dan waktu pas dibaca buku itu malah bikin gue ngerasa kalo tulisan gue bisa lebih baik dari ini, makin semangat dah itu “kalo orang lain bisa nulis, pasti gue juga bisa” pasti lo juga pernah ngerasa ka...

Tips mudah menulis

Gambar
{Melatih konsistensi} Ada lima solusi 1. Milikilah waktu khusus Setiap orang memiliki takaran waktu yang sama dalam sehari, tapi hanya sedikit orang yang bisa menggunakannya dengan baik, jadi mulailah mencoba untuk menyediakan waktu khusus dalam sehari untuk menulis. 2. Milikilah tempat khusus Carilah spot tempat yang nyaman untuk menulis, atau coba membuat tempat yang bagimu cocok sebagai tempat untuk menulis. 3. Milikilah sarana khusus untuk menulis Mulai mengkhususkan dengan memiliki sarana yang khusus bisa HP, Laptop atau alat tulis yang lain. 4. Milikilah tujuan khusus dalam menulis. adanya tujuan akan membuatmu lebih semangat untuk menulis, semakin baik tujuanmu semakin bermanfaat untukmu dan yang terakhir.. 5. Memaksa diri untuk menulis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, di tempat yang telah di tetapkan dengan sarana khusus yang telah dimiliki bersama tujuan yang telah ditekadkan. Selamat memaksa diri menulis 😍 Sala...